Posted in Cinta, Keluarga

#AdeReyLoveStory – Cobaan 5 Tahun Usia Pernikahan – Curahan Isi Hati Untuk Istri Orang Yang Meladeni Curhatan Chatting BBM Suamiku

WARNING! Kisah ini tentang curhatan, di tulis untuk berbagi semangat bagi para istri/bunda yang sedang mengalami masalah rumah tangga , semoga kisah ini bisa menguatkan kita semua, aamiin..

—————————————————————-

Gara-gara di jam segini masih berkeliaran di google, bertemulah saya dengan satu blog yang banyak membahas tentang ‘Mencintai Suami Orang’

Rasa kantuk dan mata lelah seketika hilang, berganti emosi tanpa sempat membaca isi tulisannya terlebih dahulu 😀

Ingatan lalu menjelajah ke hampir 2 tahun silam, saat berat badan saya kembali ke angka sebelum saya menikah, kurang lebih 54-55 kg.

Lengan bajunya jadi longgar :’)

Saat itu badan terasa enteng, hati bersorak saat membuka lemari karena semua pakaian di lemari jadi muat di badan.

Termasuk pakaian sebelum saya menikah 😀 *Upppsss kenapa jadi ngomongin BB yaaak? hahaha.

Yup, 2 tahun lalu adalah masa-masa terberat bagi saya sepanjang hubungan saya dengan suami saya yang mana kami sudah berpacaran selama 8 tahun sebelum akhirnya menikah.


Ingin tetap dapat gaji dengan bekerja dari rumah? KLIK DI SINI 

Berawal dari permasalahan ekonomi di rumah tangga kami, lalu kegalauan suami saya yang harus meninggalkan tempat bekerjanya yang selama beberapa tahun di pertahankan mati-matian.

Menjadikan saya yang memang keras kepala namun berhati lembut (jiaahh :D) akhirnya kembali sementara ke rumah ortu.

Suami memang mengantarkan kami, namun segera pulang lagi untuk bekerja.

Namun apa yang terjadi, karena kami memang sejak dulu gak pernah berpisah terlalu lama.

Tiba-tiba saya lost contact dengan suami hanya karena saya ngambek saat dia yang katanya akan fokus mencari nafkah, malah ikutan jalan-jalan ke Bali bersama teman kantornya.

Karena kesal saya mendiamkannya beberapa lama, namun betapa terkejutnya saya, suami malah gak pernah menghubungi saya kembali. Suatu hal yang belum pernah terjadi sejak saya pertama kali mengenal beliau dan menjalani hubungan dengannya sejak tahun 2001.

Beberapa kali saya kesal, saya lalu menghubunginya melalui sms, tidak di balas.

Saya telepon berulang kali tak ada respon.

Hingga suatu pagi suami mau menerima telpon saya dan saya benar-benar kecewa teramat sangat.

Gak tau deh bagaimana menggambarkan perasaan saya saat itu, sepertinya itulah yang di namakan BENAR BENAR KECEWA.

Saat suami malah sibuk menyalahkan saya ini itu dan berkata GAK MAU LAGI HIDUP DENGAN SAYA!

Seriusss….. selama 14 tahun menjalani hubungan dengannya, berbagai drama telah kami lewati, pernah putus nyambung berkali-kali, namun sekalipun belum pernah terlontar kata demikian.

Saya shock, air mata gak kunjung berhenti, bahkan di depan orang tua saya gak bisa menahannya.

Hal yang sama sekali gak pernah saya lakukan.

Saya lalu memaksa akan secepatnya balik ke Surabaya, namun suami melarang dengan alasan gak punya biaya buat bayarin kami tiket.

Tapi saya nekat, hati rasanya gak tenang, seolah berbisik telah terjadi sesuatu padanya, apalagi saat melihat foto profil BBM nya berganti-ganti dan juga rajin update status seolah sedang kasmaran.

Alhamdulillah, Allah Maha Penyayang sehingga masih memberi saya kekuatan untuk rajin mengeluh padaNya di setiap malamnya.

Dan Allah Maha Pengasih sehingga akhirnya bapak saya mendapat rezeki yang akhirnya bisa kami pakai untuk membeli tiket untuk kembali ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya, saya kembali kecewa berat.

Saya sudah memberi kabar kalau akan pulang secepatnya di antar oleh bapak saya.

Dan apa yang terjadi?

Suami sama sekali tidak muncul di bandara menjemput kami, padahal waktu telah menunjukan pukul 22.00 dan kami termasuk bapak sudah sangat kelelahan akibat terlalu lama di perjalanan.

Baca : Saya Pun Merasakan Imbas Dari Tragedi Air Asia QZ8501 (Petualangan BauBau-Makassar-Surabaya menjadi Bau-Bau-Kendari-Makassar-Surabaya)

Saya terpaksa mencari taksi untuk sampai ke tempat tinggal kami, dan untunglah sesampainya kami ternyata suami juga baru nyampai entah dari mana.

Kesal dan emosi saya sudah sampai di ubun-ubun, langsung saja menyerbunya dengan banyak kemarahan.

Omongan bapak saya yang dulu saya takutipun tak bisa lagi meredakan kemarahan saya.

Saya akhirnya tertidur dalam kecewa saya.

Keesokan harinya, hatipun belum tenang.

Dan saat suami sedang keluar membeli makanan untuk sarapan, iseng tangan saya mengambil ponsel blackberry miliknya yang lupa di bawa.

Lalu tanpa sadar, tangan saya membuka sejumlah BBM chatnya.

Daannn… di situlah semua keanehan dari sikapnya terjawab.

Ternyata sejak saya berpisah jauh darinya, suami intens bertemu dengan teman-teman alumni sekolahnya.

Dia juga mengambil andil untuk membentuk reuni bulanan teman-teman SMU nya.

Suami juga aktif di grup BBM Alumni SMUnya, dan dari situlah dia jadi rajin dan intens berkomunikasi dengan beberapa teman ceweknya dan paling intens terekam di BBM chatnya adalah dengan seorang temannya bernama sebut saja Ita.

Menjadi IRT harus punya penghasilan sendiri untuk jaga2? KLIK DI SINI  

 

Ita sebenarnya sudah berteman di facebook dengan saya, namun sejak saya mengetahui percakapan mereka, Ita langsung meng unfriend akun saya dan menutup akunnya dari tampilan umum.

Namun dengan kekepoan dan sifat saya dari dulu selalu harus mendapatkan apa yang saya cari.

Saya jadi tau latar belakang si Ita.

Ita sebenarnya sudah menikah, dia sudah mempunyai 2 orang anak yang lucu2.

Tapi sepertinya suaminya bekerja di Kalimantan.

Entah apa yang ada di benak si Ita, atau memang suami saya yang ingin bermain api.

Mereka jadi sering chating di BBM.

Isi chatingannya membuat darah saya nyaris muncrat dari ubun-ubun (maklum, suami saya gak pernah bermain api sejak jadian dengannya tahun 2001)

Dari obrolan yang biasa saja, hingga curhat kalau suami saya kangen padanya, dan di tanggapi oleh Ita dengan ‘genitnya’ ber hihihi… Seolah-olah dia menikmati percik2an rasa bahagia di kangenin suami orang (Upppsss… maaf jadi lebay, tapi itulah perasaan istri orang yang suaminya di hihihi istri orang:’D )

Saya gak bisa menahan emosi lagi, namun saya terlalu gengsi untuk menyemprot si Ita, karena saya sadar semua terjadi bukan hanya kegenitan Ita yang menanggapi suami orang, namun juga karena suami saya yang lagi eror mencoba bermain api.

Saya lalu membalas chatingan si Ita memakai chat BBM suami dengan menulis.

“Mba, saya istrinya Ade, saya cuman mau nanya, jika seandainya, posisi kita di balik, mba yang jadi saya, sedang punya permasalahan rumah tangga dan suami mba yang curhat2 gini ke istri orang, kira2 gimana perasaan mba?”

Beberapa menit kemudian terbaca daaannnn….. langsung di end chat dan delcont oleh Ita tanpa penjelasan sama sekali.

Saya makin emosi, beruntung saya sempat menfoto beberapa chattingan mereka. chatingan itu lalu saya jadikan foto profil di BBM suami saya, karena saya tau suami saya ada di grup alumni mereka dan demikian juga si Ita.

Hanya dalam beberapa menit, ponsel suami yang satunya berbunyi, ternyata si Ita yang memanggil, di angkat oleh suami dan terdengarlah suara Ita yang emosi.

Oleh suami ponsel tersebut di berikan pada saya.

Lalu nyerocoslah dengan emosi si Ita, dia marah besar karena saya memajang percakapan mereka yang kangen2an di foto profil suami dan di lihat oleh semua teman2 mereka di grup BBM alumni mereka.

Saya dengan tenang menjawab “Lah kok marah mba? emang kemarin mba ber haha hihi dengan suami saya gak mikir kalau hal memalukan akan terjadi?

Masih mending mba berurusan dengan wanita yang gengsi an kayak saya, jadi gak bakal deh mba saya semprot atau saya jambak ke rumah mba. Tapi saya bakal lakukan hal yang jauh lebih menyakitkan dibandingkan semprotan atau jambakan istri yang marah karena suaminya di dekatin istri orang”

Yup, sebenarnya saya juga ogah mempermalukan mereka, jika suami atau Ita mau meminta maaf kepada saya.

Namun yang terjadi, baik suami maupun Ita gak merasa bersalah.

Si Ita beralasan, kalau suami saya gak hanya mendekati dia, namun ada teman lainnya yang malah di ajak ketemuan.

Dia cuman dekat aja by chat.

HAH? CUMAN KATANYA?

Duhai mba Ita… berdoa lah agar mba gak ngerasain ada di posisi kayak saya, karena kalau melihat dari karakter anda, kayaknya anda bakal menjambak rambut wanita lain yang mencoba dekat dengan suami anda :’D

Singkat cerita, agak lama saya lalu menghapus percakapan mereka dari foto profil BBM suami.

Dan sejujurnya hingga detik ini saya masih belum bisa melupakan perbuatan mereka, baik mereka merasa salah atau gak.

Apalagi suami gak pernah mengaku tanpa di paksa kalau itu adalah salah, demikian juga si Ita.

Tidak mudah mengembalikan hubungan kami seperti sedia kala.

Dan mungkin hanya waktu yang akan menjawabnya, kapan saya bisa melupakan hal itu.

Dear Iit Paramita aka Iit Ayabe.

Kita sesama wanita.

Dan saya sebenarnya tak ingin menyalahkanmu atas apa yang kau tulis di chatingan BBM bersama suamiku.

Saya hanya sakit hati atas tindakanmu yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah kau timbulkan pada hubungan kami dan rumah tangga kami.

Tau kah kamu? namamu masih sering ku sebut saat kami bertengkar.

Wanitaaa kawan… wanitaaa….

Sangat gampangan dan murahan karena mudah untuk MEMAAFKAN.

Namun hanya waktu yang bisa menjadikan WANITA LUPA AKAN KESALAHAN SUAMINYA.

Kita sesama wanita yang berpredikat sebagai istri.

Bukan tak mungkin jika kau besok-besok merasakan sakitnya berada di posisiku.

Sakitnya hati saat suami mu merasa gak mau lagi hidup denganmu karena merasa sudah nyaman dengan balasan2 chatingan wanita lain.

Padahal… semua itu semu duhai kawan :’)

Suami saya merasa nyaman chatting denganmu karena memang saat itu saya gak ada di sampingnya.

Dan saat itu suami saya sedang rapuh

Dan saat itu kau hanya mengenalnya selama beberapa hari dalam chatting kalian.

Kau belum pernah merasakan apa yang sudah kami lewati selama 14 tahun.

Suka duka, tawa tangis, drama dan lain2.

Kau bahkan tak bisa membayangkan bisa melewati semua yang telah kami lewati.

Lalu…

Kau merasa berbunga-bunga saat suamiku yang memang tak pernah jauh dariku lalu tiba2 berpisah denganku ribuan KM curhat kangen padamu?

Tahu kah kamu?

Butuh waktu yang lama untuk membuat anak kami tidak melihat maminya ini menangis tersedu2 di depannya.

Butuh waktu yang lama untuk membuat anak semata wayang kami tidak mendengar kami bertengkar.

Hanya karena kau membalas chattingan suamiku

Dan kau tak memberikan penjelasan padaku sama sekali atas maksudmu itu.

Teruntuk semua wanita di seluruh penjuru dunia.

Ingatlah, tak akan pernah ada yang salah dari permasalahan rumah tangga orang lain.

Kau hanya tak ada di dalam rumah tangga itu selama yang kau pikirkan.

Sehingga kau merasa begitu bijak mencampuri urusan rumah tangga orang.

Ketahuilah…

Jika suami orang curhat padamu sehingga kalian akhirnya punya rasa lalu menikah.

Bukan berarti besok2 lelaki itu tidak akan melakukan hal yang sama ke wanita lain seperti yang dia lakukan ke kamu.

Biarkanlah rumah tangga orang berjalan apa adanya.

Atauuu…

Jika kau ingin membantu

Bantulah dengan doa mu yang tulus.

Jangan bantu dengan menjawab pesan2 suami orang yang lagi galau.

Bersambung….

Sidoarjo, 08 Oktober 2016

Pukul 01.07 WIB

Yang tiba-tiba mellow gegara membaca artikel perselingkuhan

Reyne Raea

WA 0878 5519 0482

Advertisements

Author:

now is housewife and try to be a good mother for my baby (duluu) Lalu back to working mom again ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s