Posted in Karir, Uncategorized

Review Buku My Stupid Boss (Ternyata..)

Di karenakan kemarin saya tiba-tiba saya kepincut oleh trailler film My Stupid Boss yang akan tayang tanggal 19 Mei mendatang, lalu googling dan nemulah saya review bukunya yang rata-rata mengatakan kocak abis plus ada beberapa percakapan isi buku tersebut, membuat saya jadi penasaran abis akan buku tersebut.

Singkat cerita, kebetulan hari ini adalah hari libur, berangkatlah saya ke Gramedia sekalian mengademkan diri dari cuaca panas di Royal Plaza.

20160424_133816

Hanya beberapa langkah dari pintu Gramedia ketemulah saya dengan buku ini. Ada 2 buku seri pertama dan seri kelima. Karena hanya iseng penasaran saja plus mengigat ini tanggal tuwah, hihihi.. jadilah saya membeli buku yang seri pertama seharga Rp. 27,000 (lumayan murah kan? :D)

Setelah bayar dan keluar, gak sabaran saya lalu mulai membaca isinya.

Ternyata, buku dengan tebal 200 halaman ini awalnya bukanlah sengaja ditulis oleh penulisnya. Si penulis awalnya hanyalah menuangkan semua unek-unek kesalnya pada sang bos yang tingkah lakunya menurutnya aneh bin eror dan bikin cepat stroke saking kesalnya. Blog tersebut juga di setting gak bisa di baca oleh orang lain, alias hanya sekedar curhatan diari online gitu.

Kisahnya di mulai saat ybs ikut ngekorin suaminya yang hobi banget berpindah-pindah lokasi kerja sehingga akhirnya sampai pula di Malaysia.

Ybs atau yang orang – orang manggilnya mba Kerani, karena di kantornya dia sebagai Kepala Kerani atau Administrasi, terbiasa kerja di Indonesia, sehingga sampai Malaysia dia pun bekerja di sebuah perusahaan yang bosnya adalah orang Indonesia pula.

Karena aturan negara Malaysia, dia sebagai warga asing kerjanya harus kontrak selama beberapa tahun, dan selama kontrak tersebut, masing-masing pihak tidak boleh seenaknya memutuskan kontrak kerja. Jika mba Kerani mau mundur, itu berarti dia harus membayar uang pinalti sebesar sisa masa kontraknya. Demikian pula jika bos nya yang memecatnya maka bosnya harus membayar sisa masa kontrak mba Kerani. Dan hal itu gak akan mungkin terjadi buat bos nya yang pelitnya ngalahin paman Gober di komik Donald Bebek hehehe..

Karena kontrak seperti itu keduanya terpaksa harus saling bertahan dengan sifat yang sama-sama keras kepala dan menjadikan kantor tersebut penuh dengan goncangan emosional bagaikan gempa 5,7 SR hehehe

Membaca buku tersebut membuat saya terkikik-kikik sendiri, bukan karena memang kelakuan si bos nya yang ‘ajaib’ banget. Namun karena sepertinya saya pernah tahu karakter seperti itu.

Saya bahkan terus terang shock banget, karena sebelumnya saya pikir gak ada seorang bos lainΒ  yang bersifat ‘ajaib’ gitu. Tapi ternyata saya salah besar. Ada kloningannya ternyata…. hanya beda usia, tempat serta bidang usaha saja sepertinya.

Sambil membaca, saya meng capture beberapa isi buku tersebut dan mengirimkannya pada beberapa orang. Dan sesuai dugaan saya, beberapa orang tersebut berpikir ada yang jadi penulis gegara karakter di buku tersebut samaaaa persis dengan yang kami ketahui hihihi

20160424_134038
Kok bisa sama gitu ya? LOLOL πŸ˜€

20160424_144207

20160424_181303

Nah, intinya buku ini ajaib banget, bisa bikin orang putus cinta jadi lupa mantan, bisa bikin yang lagi kesal ama kerjaan kantor jadi makin kesal *LOH? πŸ˜€

Dan saya jadi terinspirasi pengen buat versi lainnya, hahaha..

Kalau di buku ini kan bercerita tentang bos yang keras kepala VS anak buah yang juga keras kepala. Nah gimana kalau bos yang keras kepala bertemu dengan anak buah cerewet namun sensitif ? pastinya SERUUUUU ABISSS… hihihihi

Oh ya, buku ini sudah di filmkan loh, dan akan tayang tanggal 19 Mei besok serentak di beberapa negara termasuk Malaysia. Penasaran deh, gimana ya wajah si boss yang ada di buku itu kalau liat karakternya ada di film layar lebar?

Kemarin sih saya liat di twitter sang penulis yaitu @chaoswork CMIIW, kalau katanya she knowing her boss soooo well.. Jadi kalaupun si bos ikutan nonton, paling dia cuman bilang “tempeee nih kok ada ya boss kayak gitu?” hahahaha…

Penasaran akan bukunya? beli giiihhh di Gramedia murah kok, apalagi di toko buku lainnya, pasti lebih murah πŸ˜€

Kalau masih kurang, jangan lupa nonton filmnya yaa besok Mei. Saya mah mau nonton apapun yang terjadi, HARUS!! hahahaha πŸ˜€

 

#ReyneRaea

0878 5519 0482

Advertisements
Posted in Dunia Wanita, Karir, Uncategorized

5 Alasan Utama Wanita Menjadi Working Mom

C360_2015-10-02-13-58-24-074

Menurut pengalaman saya, ada beberapa alasan mengapa wanita memilih menjadi working mom alias ibu yang kerja kantoran.

1. Butuh Uang

Uang adalah alasan utama seorang wanita yang telah menjadi ibu memutuskan bekerja di luar rumah, entah itu suaminya kurang mampu menafkahi atau memang telah terbiasa mempunyai uang sendiri dan takut setelah tidak bekerja akan kekurangan biaya hidup.
Takut suami misal *amit-amit yaa* kenapa-kenapa, siapa dong yang menopang kebutuhan hidup?
Saya sendiri saat memutuskan kembali bekerja kantoran setahun yang lalu karena butuh aliran dana bulanan di rekening saya, hehehe. Rasanya bosan jika harus apa-apa di ‘paksa’ ‘nrimo kemampuan suami.
Alhamdulillah suami mampu menafkahi, tapi saya butuh uang lebih untuk tabungan atau dana emergency dll, misal untuk mengunjungi orang tua yang tinggalnya beda pulau dengan saya.

2. Sebagai ‘Me Time’

Entah mengapa, zaman sekarang banyak banget perempuan yang benci pekerjaan rumah, saya salah satunya. Beberes, masak, nyuci, nyetrika dll yang gak pernah sepi itu bikin saya lumayan depresi dan butuh Me Time. Dan bekerja kantoran itu benar-benar menjadi pelarian terbaik bagi saya *tutup muka*
Dan sepertinya survey blogger mengatakan bukan saya salah satunya yang menganggap bekerja kantoran adalah ‘me time’ bagi seorang ibu hihihi πŸ˜€

3. Agar Wajah Dan Tubuh Terawat.

Kalau dulu sebelum punya anak, saya malah kadang iri ama IRT, dan berpikir enak ya para ibu2 itu seharian di rumah aja, jadi punya banyak waktu untuk perawatan diri. Lulurann…. maskeran…. dll dll.
Eh kenyataannya? setelah saya jalanin sendiri, ebuset ternyata perawatan diri apanya? mandi sehari sekali itu udah untung-untungan deh. Hasilnya? baru sebulan jadi IRT yang ada rambut kayak sapu ijuk plus rontok semua, gak tau karena apa? padahal samphonya tetep sama, mungkin rambut saya shock kali ya, biasanya di tutupin jilbab berjam2 setiap harinya, eh tiba2 dibiarin gitu saja sepanjang hari karena saya jarangggg banget keluar rumah, jadi gak jilbaban.
Wajah gosong dan kusam karena jangankan pakai krim perawatan, cuci muka saja kadang sehari sekali *Malasnya akut daahhh πŸ˜€
Yang paling bikin sedihnya? tumit jadi pecah2 serta kaki luka di gigitin kutu air, secara punya balita that means kakinya harus basah terus berurusan dengan air, hiks… plus tangan kasarnyaaaaa minta ampyun… samaaa karena kena air mulu.
Coba kalau di kantor?
Bangun pagi, mandi langsung dandan, pakai krim pagi, pakai bedak, lotion dan wangi, lalu tangan dan kaki bebas kena air seharian πŸ˜€

4. Agar Bisa Eksis Terus

Yang ini juga sangat utama bagi Working Mom, iyaaa… Bisa ketemu banyak teman….
Bisa gonta ganti baju lucu buat ngantor, sepatu lucu, tas lucu, abis itu langsung selfie dan share ke sosmed deehh… iya kali kalau jadi IRT, wajah ancur2an mana bisa selfie lalu share? adanya selfie sendiri lalu mengasihani wajah di foto tersebut lalu di hapus deh atau paling banter dibiarin aja di galeri foto hahahaa

5. Agar Hidup Lebih Teratur

Nah ini sebenarnya harus di taruh di nomer 2, iya ini yang paling penting banget, entah kenapa saya tuh kalau jadi IRT hidupnya labiiilll banget, kadang hari ini rajin banget, ehhh besok tiba-tiba malesnya akuuutt.
Ternyata menjadi mandiri tanpa perintah itu suliiitttt banget yaaa…
Beda kalau jadi Working Mom, mau tidur jam berapa pun, bangunnya pasti pagi dan tidurnya everything is gonna be on schedulle. *hadeehhh…. T_______T

Nah begitu kira-kira alasan para ibu memutuskan jadi Working Mom, dan semuanya berdasarkan pengalaman pribadi saya dulu yang pernah memutuskan jadi IRT selama 3 tahunan daann juga dari curhatan para emak-emak di blogger.

Nah kalau teman-teman ada alasan lain mengapa memutuskan jadi Working Mom?

#ReyneRaea
0878 5519 0482

Posted in Karir

IRT not ART

Puff….

Akhirnya bisa menarik napas setelah rutinitas pagi terlewatkan dengan elok πŸ˜€ , dimulai dengan beberes rumah, masak, senam, nyuci dan diakhiri dengan mandi. Syukur Alhamdulillah Allah begitu mencintai aku dengan memberikan suami yang paling baik di seantero jagad, jadinya sesi ngurus anak di pagi hari tergantikan olehnya :).

Yah begitulah kira-kira kegiatanku setiap hari setahun ini, sejak aku memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai wanita karir setahun yang lalu, mulailah aku menekuni karir baru yang sebenarnya sejak dahulu kala gak pernah terpikirkan sedikitpun di benakku, untuk menjadi wanita IRT seutuhnya di rumah πŸ™‚
sebenarnya sih kalo mau jujur aku hampir depresi pada awal-awal menjalani rutinitas baru ini, gimana gak? begitu banyak perubahan yang terjadi pada diri aku, baik lahiriah maupun batiniah (halaahhh :D). Lahiriahnya dari segi fisik ya antara lain kulit jadi kering, baik kulit wajah maupun tubuh gak keurus, maklum diriku masih mewarisi sifat males bujukan saiton, biasanya kan kalo kerja tiap pagi sebelum ke kantor mesti ngerawat tubuh dan wajah dulu, berhubung sekarang aku di rumah aja ya abis mandi pagi (bahkan kalo lagi males gak mandi sampe sore :D) ya udah gitu aja x__x

Alhasil jadilah wajah kusam, kulit bersisik, tumit (ini yg paling parah) pecah-pecah. padahal dulu waktu kerja separah2nya kulit gak sampe kayak gitu. Selain itu juga rambut jadi kering (mungkin sewaktu kerja kebiasaan seharian ditutup jilbab dan pas gak kerja kantoran dibiarin gitu aja, jadinya ancur deh, akhirnya rambutnya kupotong 😦

belum lagi ditambah perut makin buncit karna makan n ngemil mulu, secara kan bisa langsung masak sendiri, jadi frekwensi ngemil mengemil semakin intensif πŸ™‚
Segi batiniahnya yang paling mengganggu adalah semakin lupanya aku pada ilmu pengetahuan yang aku pelajari bertahun2 baik di duniah kuliah maupun dunia kerja. setiap kali ada waktu luang aku mulai membaca2 lagi buku2 teori tersebut, namun baru 3 paragraph mata udah lengket protes gak mau diajak kompromi lagi .____.

Belum lagi beban moral yang harus kutanggung menghadapi kedua ortuku, yang mana mereka telah dengan susah payah menyekolahkan  aku hingga aku bisa menjadi seorang sarjana. Memang sih mereka gak pernah secara langsung memprotes keputusan aku sekarang, tapi kadang mereka curhat pada kakakku satu2nya kalo rasanya sayang ilmuku dibiarin gitu aja menghilang 😦
Tapi begitulah hidup, kadang kita gak bisa mengikuti semua apa yang kita rencanakan dari awal, karena rencanaNya jauh lebih dan terbaik untuk kita. Jadinya untuk saat ini, meski kadang hati kecil ingiiinnn sekali balik bekerja, namun hati kecilku sisi lain membisikkan agar aku menikmati dulu apa yang ada sekarang, karna menjadi ibu rumah tangga (IRT) juga gak seboring yang aku bayangin, bahkan banyak sisi positifnya.

Positifnya ya… dengan seharian di rumah aku bisa menjadi manager terbaik di rumah tangga aku sendiri, bisa mendidik dan mengatur anak sesuai keinginanku, bisa mengatur suami sesuai aku juga, dan juga bisa mengontrol semua apa yang ada di rumah.

Mendidik anak sendiri itu asyik (meski kadang butuh me time :D), bisa mengajarkan dengan benar gimana dia berlaku, berbicara, menjaga kesehatannya, pola hidupnya, dan yang terpenting nih ya aku bisa mendapat hadiah PELUKAN dan CIUMAN terhangat dari si kecilku selama 24 jam, itu adalah HADIAH TERINDAH yang paling meruntuhkan semua apa yang kuinginkan di dunia ini :’)

Semua yang aku lakukan menjadi IRT yang kadang2 mirip ART :D, menjadi indah saat aku dapat hadiah terindah itu. So,,, lenyap sudah depresi atau apalah itu yang aku rasakan saat menjadi IRT, semua jadi indah bersama si kecilku, dan bertambah lengkap saat suami tercinta aka papi pulang kerja dan kita dapat berpelukan bertiga :’)

I love you my cute boy and man, semua yang kulakukan hanya untuk kalian :’)

Selalu merindukan pelukan ini πŸ™‚

Posted in Karir

Job Interview + Test = Refresh Otak :D

Oke, setelah berjuang mencari draft tulisan ini yang telah kutulis beberapa bulan lalu, akhirnya ketemu juga. Dan karena diriku yang sedang terserang virus “males” maka ku copy paste aja deh tulisan ini πŸ˜€

Yup aku pengen bercerita tentang test dan interview kerja beberapa bulan kemaren. Ada 3 perusahan yang mengundang untuk ikut test dan interview kerja. Dimulai dengan keisengan aku nge update akun jobstreet dan iseng send email ke beberapa perusahaan yang kupikir menarik , hingga akhirnya beberapa hari mulailah hape berdering meminta waktu untuk mengikuti test dan interview kerja.Yang pertama yaitu PT Dian Sentosa, perusahaan kontraktor yang beralamatkan di Ruko Rungkut Megah Raya blok E no. 18-19, Jalan Raya Rungkut no. 5 Surabaya.Di mulai dari panggilan kerja di bulan April 2012 kemaren, di suatu sore di hari Kamis, dan diminta hadir pada Jumat pagi jam 10.00.Kontan aja malamnya kami langsung cus ke Surabaya (waktu itu kami sedang di Jombang). Sebenarnya sih aku ga seberapa respek, karna sebelumnya aku browsing nyari profil perusahan tersebut tapi ga nemu , tapi si papi yakinin untuk dicoba dulu biar ga penasaran katanya Dan besoknya aku segera memenuhi panggilan test tersebut, testnya lumayan banyak ada 3 test. TKU, Psikotest dan test teknis tentang cost control. Untuk test teknis sih berhubung di perusahaan sebelumnya tiap hari “meluk”, “nyium”, “ngelon” si cost control (lebay) maka mudah saja dikerjakan, kalo untuk TKU dan psikotestnya ya dikerjakan sebisanya otak, maklum ga ada persiapan belajar sebelumnya *alasan….

Setelah mengikuti test selama 2 jam lebih, akhirnya aku disuruh kembali untuk menunggu informasi selanjutnya, kutanya di resepsionist katanya kurang lebih 2-3 hari biasanya akan diinformasikan lagi, dan ternyata info selanjutnya aku terima setelah 3 minggu kemudian *capedeh x_x

Ketika hari interview selanjutnya tiba, eh si kecilku tiba2 saja terserang demam, badannya panas tinggi mencapai 39 lebih derajat celcius . Segera kutelpon kantornya dan meminta jadwal interview dimundurkan dan disepakati jadwalnya diundurkan sampai besoknya.Keesokan harinya si kecilku udah berangsur membaik, ditambah si papi izin sehari dari kantornya untuk menjaga si kecilku, jadinya aku sedikit tenang meninggalkan si kecilku tersayang untuk menghadiri interview tersebut.

Aku nyampe di kantornya 15 menit lebih awal dari jam yang ditentukan, dan dimulailah kegiatan menunggu akuh *lebay…. Lebih dari sejam aku menunggu bagai marketing obat nungguin dokter *mulai lebay lagi, hihihi…

Okeh fokus…akhirnya aku di persilahkan masuk naik ke lantai 3 yang membuat kakiku menjerit2 protes demo anarkis , gimana ga? Jarang pake high heels eh tiba2 ajah disuruh naik tangga dan pada lantai 2 ke lantai 3 tangganya panjang banget tanpa bordes buat menarik napas sebentar x_x.

Yup, dengan napas tinggal 1/4 nyawa (kya.. mulai lebay lagih), akhirnya nyampe juga aku di sebuah ruangan dan lalu ditemui oleh seorang staf HRDnya, namanya ibu Clara. Ternyata aku cuman diceramahin tentang perusahaan tersebut, proyek mereka sebagian besar adalah dermaga dan berada di luar pulau Jawa, maka dari itu aku diminta kesediaannya untuk mengunjungi proyek tersebut sekali2, karna hanya untuk sekali2 aku ga mempermasalahkan, malah so excited karna di perusahaan yang dulu ga pernah dikasih kesempatan untuk mengunjungi proyek luar kota.

Selain bercerita tentang proyeknya juga diceritakan tentang cara kerja di perusahaan tersebut, mereka bekerja secara tim, dan aku rencananya akan dimasukkan ke dalam tim E, tiap tim terdiri dari PM, QS, CC dan TC dan menangani beberapa proyek. Hari itu karna PMnya sedang berada di luar kota akhirnya aku disuruh balik lagi 3 hari kemudian. heh? Emang aku kekurangan kerjaan apa di rumah sampe bolak balik terus ke kantornya? Tapi karna aku masih penasaran akan salary dan apa keputusan PMnya, maka 3 hari kemudian aku datang lagi. Kali ini aku hanya menunggu kurang dari sejam, lalu dipersilahkan menemui PMnya, namanya pak Hendra. Setelah berbasa basi sebentar menanyakan kondisi pekerjaan aku di perusahaan sebelumnya, beliau berkata kalau aku memenuhi kriteria dari yang dibutuhkan, mulailah kami membicarakan hal2 yang mendalam. Namun belum juga ‘dalam’ banget aku dikejutkan dengan pernyataan tentang kesediaan menyerahkan jaminan Ijazah terakhir asli untuk disimpan oleh kantor (sewaktu test aku udah mencantumkan kalo ga bersedia memenuhi hal tersebut).Heh? APPAAA??? Berasa mo ngutang kutang eh sesuatu ajah…. Sudah menjadi prinsip aku untuk ga bersedia menyerahkan barang berharga untuk mendapatkan kerja, yup bagiku ijazah itu (meski hanya lulusan perguruan tinggi swasta) sangat berarti buat aku, karna kudapatkan dengan penuh darah dan air mata (hyaaa… Mengenai darah itu lebay), namun kapan2 deh kuposting tentang perjuangan aku tentang itu.

Ya jelas saja aku menolak mentah2, namun sang PM masih berusaha untuk meyakinkan aku kalo hal tersebut udah menjadi ketentuan kantor dan semua staf harus melakukan hal tersebut tanpa terkecuali, yah bener sih, tapi aku kan udah ngasih tau sebelumnya kalo ga bersedia menuhin hal tersebut, ngapain juga dipanggil lagi? Apa kandidat lain dah kabur duluan kali ya?

Karna masih penasaran akan salarynya yang sampai hari itu juga belum diberitau nilainya ya aku minta waktu untuk memikirkan hal tersebut dan berjanji akan memberikan jawaban 3 hari kemudian by phone. Namun aku mencoba mengorek secara halus tentang salary yang juga bisa jadi bahan pertimbangan buat aku, eh si PM mengelak dan meminta agar aku menemui HRDnya untuk menanyakan hal tersebut, setelah kutunggu sebentar si HRD malah menyuruh pulang dan berjanji akan menghubungi aku lagi *yaelah…

3 hari kemudian hape aku berdering, kulihat dari kantor tersebut, kuangkat dan dengan entengnya si penelpon (kayaknya resepsionistnya) menyuruh datang ke kantornya hari itu juga. Berhubung rasa kesal karna sampai 3 kali pertemuan belum ada kejelasan tentang salary (bagiku yang emak2 plus udah punya pengalaman kerja itu PENTING banget :D), akhirnya aku meminta untuk deal2an by phone aja, paling ga aku ingin tau apa dan berapa yang aku dapatkan dengan jaminan ijazah terkasihku itu, eh HRDnya mengelak dan tetep memaksa aku ke kantor, ya karna udah eneg bolak balik ya aku juga tetep bersikeras by phone aja, apalagi sebelumnya aku udah nanya2 ama seorang temen di FB yang kerja di perusahaan tersebut, katanya rate salary disitu hanya sebatas 1.5 juta rupiah saja. Hmmmm….. Mending bobo peluk Dayel aja deh, β•‹β•‹γƒ  β•‹β•‹γƒ  β•‹β•‹γƒ  =)) β•‹β•‹γƒ  β•‹β•‹γƒ  β•‹β•‹γƒ 

Akhirnya si HRDnya menutup telpon sambil berjanji akan dibicarakan dahulu dengan PMnya (ping pong mulu, kata PM tanya HRD, kata HRD tanya PM), ya sutra lah . Begitu deh sampe hari ini ga ada kabar lagi, n aku juga ga peduli lagi, lah kan awalnya iseng aja , sapa tau dapat pekerjaan yang sesuai πŸ˜€

Yup.. Kita tinggalkan PT Dian Sentosa dan beralih ke perusahaan kedua yaitu PT Supra Surya Indonesia yang beralamat di Perkantoran Mangga Dua jalan Jagir Surabaya. Kalo yang ini berawal dari email masuk dan meminta aku mengisi formulir calon karyawan dan mengirim balik ke mereka. Saat itu aku sedang di Surabaya dan masih dalam masa menunggu panggilan selanjutnya dari PT Dian Sentosa, ya dengan patuh aku mengisi formulir tersebut lalu mengirimnya kembali.

Seminggu kemudian aku dapat email lagi dari HRD perusahaan tersebut yang bernama bapak Edy Sujarwo (jadi teringat seorang sutradara kenamaan Indonesia, bener ga sih?).Isi email tersebut adalah form kosong seperti sebelumnya dan meminta aku mengisi dan mengirimnya kembali, namun belum juga sempat kubalas emailnya, tiba2 hapeku berdering dan ternyata dari si bapak Edy tersebut dan memintaku untuk hadir ke kantornya untuk mengikuti interview kerja. Karna waktu itu kami sedang di Jombang, lagi2 kami cusss ke Surabaya dan keesokan harinya aku mendatangi kantornya untuk menuhin panggilan beliau.

Aku nyampe di kantornya 15 menit sebelum waktu yang ditentukan, setelah menunggu kurang lebih setengah jam akhirnya bapak tersebut menemui aku disertai seorang stafnya sambil membawa kertas dan ternyata soal test, langsung deh aku disuruh mengerjakan soal tersebut.Soalnya ada 3 nomer namun jawabannya lumayan membuat otak mendidih.

Gimana ga? Soalnya disuruh ngitung volume baja yang mana udah 7 taun ga pernah pelajari baja a.k.a belom pernah pengalaman bekerja di bidang baja. Dengan sisa2 ingatan di otak akhirnya beberapa soal bisa kuselesaikan .Setelah mengerjakan soal selama kurang lebih 2 jam, aku lalu diinterview sejenak oleh bapak Edy, yang mana menceritakan profil perusahaan dan kondisi bekerja di perusahaan tersebut.

Perusahaan tersebut adalah perusahaan kontraktor, konsultan maupun suplier baja, mereka membutuhkan karyawan di bidang PPIC yang mana akan diarahkan juga sebagai supervisor, jam kerja Senin – Jumat pukul 08.00-17.00, jika lembur paling lama sampai pukul 19.00 dan jika dibutuhkan Sabtu juga lembur.Hari Minggu libur dan ga pernah terjadi lembur (wah lumayan nih :D).Juga jika dibutuhkan diminta kesediaan keluar kota selama plg lama 3 hari (ga masalah dong :D). Hak karyawan standar sesuai UU Tenaga Kerja, seperti mendapat gaji, lembur, tunjangan kesehatan untuk diri sendiri dan anak, penilaian kinerja setiap tahun dan yang jelas kepastian status dan jenjang karir. Intinya pada dasarnya sejauh ini hal2 di kantor tersebut lumayanlah. Setelah mendengarkan ceramah beliau kurang dari sejam akhirnya aku disuruh balik dan berjanji akan menghubungi aku untuk tahap selanjutnya.2 hari kemudian aku dipanggil lagi untuk bertemu dengan manajer PPIC, yang ternyata si manajer lebih muda dari aku (keliatannya sih), namanya pak Jefry keturunan mata sipit *kidding πŸ˜€ . Sekitar setengah jam di interview dan juga tawar2an salary (beliau mengajukan 2.5 juta rupiah + lembur atau 3 juta rupiah include lembur, dan diriku masih belum men’deal’kan). Aku masih merasa belum plong karna melihat dari pekerjaannya yang lumayan ribet (ngitung baja).Akhirnya aku disuruh kembali dan beliau mengatakan akan mengabari secepatnya.

2 hari kemudian juga aku dipanggil lagi dan ternyata hari itu diadakan psikotest dan TKU, wah test yang membuat banyak bintang nangkring di mataku, gimana ga? Kebetulan aku sedang berpuasa dan testnya make waktu dan si bapak HRD menunggu persis di depanku, untung aja aku ga numpang bobo di kantornya πŸ˜€ . Setelah test aku disuruh balik dan seperti biasa aku dijanjikan akan dihubungi lagi dan benar juga, esoknya aku ditelpon lagi disuruh ke kantornya lagi.

Namun ternyata hari itu rencana mereka berganti, aku ditawarin untuk mengisi Cost Control di proyek mereka yang di Gresik dan mereka menawarkan gaji 3.5 juta + lembur, hah?? Gresik ?? Kagak salah tuh?? Emang mereka ga liat apa aku nih emak2?? Gimana caranya aku bisa ninggalin anak untuk kerja di luar kota (meski dekat sih) tapi kalo di tempuh dengan motor kan berbahaya juga?.

Akhirnya aku minta waktu untuk mikirin dan berjanji akan menghubungi by phone, setelah pulang aku berunding dengan si papi dan si kecil (untuk yang sikecil dijawab dengan bejebejebejebeyebeje :D), si papi sih keberatan karna tempatnya jauh dan ga ada kendaraan buat antar jemput, kalo aku tempuh sendiri dengan ber sepeda motor tiap hari terlalu berbahaya mengingat jalur yang di tempuh selalu ramai oleh truk2 gandeng .

Akhirnya aku hubungi HRDnya melalui telpon dan bertanya lagi tentang kondisi proyeknya dengan jelas, namun karna beliau juga ga ngerti lebih jelasnya tentang proyek tersebut, akhirnya aku disuruh menunggu untuk dibuatkan janji bertemu dengan PMnya langsung.Dan sodara2…. Sejak akhir bulan April kemarin sampai sekarang GA ADA kabar lagi… Hmmmm… Ya sutralah.. Mungkin memang udah nemu karyawan yang ga secerewet dan seaktif kayak diriku .

Yup kita tinggalin lagi perusahaan GJ kedua tadi dan beralih ke perusahaan ketiga yaitu PT MULTIKON. Yup pada saat aku lagi heboh2 test di 2 perusahaan di atas, aku dapat panggilan dari Jakarta, disuruh untuk hadir di kantor Multikon di Jakarta untuk test dan interview, ya jelas saja kutolak, dengan alasan aku di Surabaya, eh ternyata dataku di berikan ke kantor cabangnya di Surabaya dan akhirnya di telpon lagi untuk diundang mengikuti test dan interview di Hotel Narita Surabaya.

Dengan mengorbankan si papi yang harus bolos sehari untuk menjaga si kecilku (eyangnya lagi seksi sibuk jadi ga bisa jagain ), akhirnya aku hadir juga menuhin undangannya.Karna panggilannya seminggu sebelumnya maka aku punya waktu untuk belajar sebelum ikut test, semua buku contoh TKU dan psikotest kulahap, juga BTS (Buku Tehnik Sipil) juga kulahap pake sambal *lebay .

Dan benar apa kata eyang moyang kita, ga ada keraguan untuk melakukan sesuatu jika kita siap, yup soalnya lumayan banyak dan lengkap, seharian penuh dari pukul 09.00-18.00, untungnya kami di berikan makan siang dan snack (enak2 pula) hihihi . Di mulai dengan TKU selama 2 jam lalu istrahat sejenak dan dilanjutkan dengan test hitungan (menjumlahkan angka2 sebanyak 1 lembar kertas A3 bolak balik x_x ) yang membuat tanganku keriting . Setelah itu kami istrahat makan siang dan sholat lalu dilanjutkan test teknis dan aku mendapatkan test untuk QS yang mana isinya menghitung volume besi, beton, galian dll. Juga ada soal tentang kontrak kerja, biaya dll. Pokoknya berasa balik kuliah dan ikut ujian lagi, hehehehe…2 jam kemudian aku langsung di suruh menghadap pimpinan cabang Surabaya untuk di interview dan lagi2 berasa sedang sidang skripsi karna ternyata jawaban dari tes teknis sebelumnya dibahas lagi. Dengan berbekal pelajaran aku sebelumnya ditambah sisa2 ingatan bekerja dari perusahaan sebelumnya akhirnya aku bisa menjawab semua pertanyaannya meskipun ada beberapa yang kurang tepat dan langsung dibenarin oleh si bapak (lumayan nambah ilmu :D).

Si bapak juga lumayan puas dengan jawaban aku dan berkata aku masuk kriteria yang dibutuhkan (ya iyalah…udah mati2an belajar :D) Setelah membahas tentang pengetahuan akhirnya sampailah pada tawar2an salary n dll, daaannnn….sodara2 aku cuman minta 3 juta si bapak melotot ga karuan. Katanya berat untuk segitu, standarnya dibawah itu, dan juga aku ditawarin untuk ditempatkan sementara di proyek mereka yang di kota Kediri (waduh) *tepok jidat.Jelas aku menolak karna mana mungkin bisa ninggalin sikecilku yang lucu?? Setelah selesai interview dengan si bapak aku disuruh ke HRD lagi untuk interview akhir, ya si HRD menyarankan untuk aku mengikuti standar mereka untuk sementara, namun karna 2 proyek mereka di Surabaya masih berstatus calon proyek jadinya aku disuruh nunggu aja dulu, fiuuuhhhh…

Selepas magrib akhirnya aku pulang dengan perasaan plong, yup meskipun akhirnya status juga masih menunggu dengan GJ, namun aku ga nyesal untuk mengikuti dan menghabiskan waktuku untuk menuhin undangan2 test interview dari beberapa perusahaan.

Setelah resign dari perusahaan sebelumnya lebih dari setaun yang lalu, rasanya pengetahuan aku tentang bidang tehnik sipil semakin menipis, abisnya si setan malas selalu menang nguasai otakku, jadinya males banget rasanya buka2 buku tehnik sipil.Dengan mengikuti test dan interview kemaren, otakku jadi direfresh kembali, sehingga ingatan tentang ilmu pengetahuan kembali lagi ke otak .

Setelah 3 perusahaan dengan dibuat mondar mandir beberapa kali akhirnya aku menyudahi sementara kegiatan me’refresh’ otak aku. Meskipun setelah itu ada panggilan lagi dari PT Pakuwon, tapi aku masih terlalu sibuk mengurus si kecilku, sehingga aku ga bisa luangkan waktu untuk menghadiri undangannya (maaf ya bapak Deni yang udah capek2 nelpon aku berkali2).

Apalagi selama beberapa kali aku ninggalin si kecilku sementara eh udah berakibat sikecil sakit 2 kali, diare dan panas tinggi yang membuat jantungku hampir copot (loong story ntar kupost di lain kesempatan deh). Yup.. Intinya dari pengalaman kemaren aku bisa narik kesimpulan kalo aku belum bisa kembali bekerja, dan keuntungannya aku bisa me’refresh’ otak kembali..

OMG I like to work… Maybe someday I’ll comeback to work again, or maybe aku bekerja di rumah aja bersama si kecil kali ya.. Apapun itu semoga yang terbaik untukku dan keluargaku, amiiinnn…Okeh… Sampai jumpa di post selanjutnya…And remember… Ga ada sesuatu yang sia2 kalo kita mau bersyukur... Tetep positive thinking dan SEMANGAT …

Note : sebagai info nih, setelah kurang lebih 2 bulan, aku mendapat panggilan bekerja di proyek Multikon Surabaya, namun sayang…. aku udah mutusin untuk di rumah aja dulu jagain si kecil lucuku ini,,,

maaf ya ibu Waty yang udah nelpon berkali2, mungkin belum jodohnya aja kita bekerja bareng πŸ˜€Image@ruang tamu PT SSI, m.e.n.u.n.g.g.uΒ  ,,,,,